Wednesday, 3 October 2012

Oktober Ini 44 Tank Leopard TNI Tiba di Indonesia



Tentara Nasional Indonesia terus memperkuat Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista). Dalam waktu dekat, sejumlah persenjataan yang dipesan dari luar negeri akan tiba di tanah air. Salah satu persenjataan yang segera tiba itu antara lain tank Leopard dari Jerman.

"Kami ingin mendatangkan tank Leopard. Karena mungkin prosesnya agak panjang, Oktober ini baru bisa tiba 44 unit," kata Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo di Jakarta, Rabu 3 Oktober 2012. 

TNI AD juga akan menambah dua batalyon Multiple Launch Rocket System (MLRS), satu batalyon Mitra Rudal Antipesawat Terbang.

Tak hanya TNI AD, TNI Angkatan Laut juga akan mendatangkan senjata baru berupa enam kapal selam. Tiga unit kapal selam akan didatangkan dari Korea Selatan, tiga lainnya dari Inggris. "Kami juga mau mendatangkan satu skuadron helikopter antikapal selam dari Amerika Serikat," ujar Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Soeparno.

TNI Angkatan Udara juga tidak mau ketinggalan. Mereka akan menambah dan mengupgrade pesawat Hercules hibah dari Australia. "Hercules kami cuma 13 unit. Kami akan upgrade lagi dan akan membeli 10 unit pesawat Hercules lagi dari Australia," ucap Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Imam Sufa'at.

Sementara itu, Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono mengatakan penambahan alutsista itu harus diimbangi oleh kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) TNI. "Karena kami menyadari, secanggih apa pun alutsistanya, SDM yang tidak memadai, alat itu tidak ada artinya," ujar Agus. (umi)

Monday, 1 October 2012

Perang melawan terorisme upaya menghabisi elemen anti Amerika




JAKARTA - Maraknya "perang terhadap terorisme" di Indonesia belakangan ini, mendapatkan tanggapan dari pengamat intelijen Herman Ibrahim. Apa yang dilakukan aparat dalam membera
ntas terorisme ini, sesungguhnya sedang membasmi elemen-elemen yang anti Amerika, baik secara politik maupun ekonomi, sehingga dicari-cari kesalahan pada kelompok tertentu.

"Itu dilakukan untuk memperkuat daya tawar Indonesia di dunia internasional. Yakni Indonesia sebagai negara demokrasi, negara yang melaksanakan perang terhadap terorisme dan itu menjadi trend pada negara-negara di dunia yang tergabung dalam kelompok ekonomi G20," kata Herman seperti dilansir itoday, beberapa waktu lalu Senin (24/9).

Apalagi menurutnya, dibekuknya terduga teroris baru-baru ini dianggap aneh karena penangkapannya tidak dipicu adanya sebuah peristiwa terlebih dahulu. Melainkan dikait-kaitkan dengan orang-orang yang ditangkap sebelumnya, baik karena pertemanan atau karena aqidah yang sama.

Herman menambahkan, seseorang seharusnya ditangkap bila melakukan perbuatan atau merencanakan perbuatan yang sudah jelas. Karena itu ia berpendapat bahwa isu terorisme ini akan terus dimainkan, dan tak menutup kemungkinan dijadikan komoditas untuk mendapatkan dana dari luar.

Awas! Ada Agenda Tersembunyi di Balik Bantuan Alutsista AS



JAKARTA- Kemurahan hati Amerika Serikat (AS) dengan membanjiri Indonesia dengan berbagai tawaran bantuan persenjataan belakangan mendapat perhatian dari banyak kalangan. Sebab sika
p AS yang mendadak murah hati kepada Indonesia ditenggarai memiliki agenda tersembunyi.

Kepada itoday, Rabu (26/9), pengamat pertahanan, Rizal Darma Putra menilai bantuan senjata AS kepada Indonesia untuk mempersempit kesenjangan teknologi persenjataan dengan negara di kawasan ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Singapuran dan Vietnam. Hal itu dilakukan agar Indonesia dapat ikut serta dan saling melengkapi ketika akan menggelar senjata di kawasan, atau join military operation.

“Join millitary operation antar negara ASEAN memang disiapkan AS untuk menghadapi Cina di Laut Cina Selatan, itu hidden agendanya, “ ungkap Rizal.

Namun demikian, untuk menyembunyikan agenda rahasia itu, yang dimunculkan di permukaan adalah terjadinya perlombaan senjata di kawasan ASEAN, seiring dengan perkembangan ekonomi dan konflik regional, dimana masing-masing negara memperkuat pertahanannya, dan itu memicu pembelajaan alutsista di negara ASEAN.

“Apakah arm race itu hanya kebetulan? Saya melihat ada suatu pola untuk membangun kekuatan militer yang relatif setara di antara negara-negara ASEAN, untuk mempermudah bilamana dibutuhkan join military operation, “ jelasnya.



Sumber : Itoday


TNI Memberikan Semangat Untuk Berantas Korupsi


TNI Bantu KPK Menjemput Jenderal Polisi Korupsi


Pagi kemarin saya membaca sebuah running news (potongan berita tertulis) disalah satu TV yaitu: tentang TNI yang bersedia membantu KPK menjemput jenderal Polisi yang mangkir mengikuti pemerik
saan di KPK.

Tempo dulu ada misi dwi fungsi ABRI/TNI yang menjadi kontroversi di negri ini tapi apakah TNI mau juga mengulangi gerakan yang kontroversial itu ? adanya keinginan KPK untuk memanfaatkan rumah tahanan milik TNI baru-baru ini mendapat tanggapan positif dan negatif terutama dari para politisi, tetapi jika TNI benar-benar bekerja sama dengan KPK untuk menghadapi anggota polisi yang mencoba melawan hukum maka ini adalah suatu hal yang bukan mustahil. TNI selama ini dikenal sering melakukan gerakan TNI masuk desa dimana mereka melakukan kegiatan yang ersifat sementara untuk membantu membangun fasilitas desa dll kegiatan sipil, kalau ikut membantu gerakan anti korupsi sebagai suatu kegiatan masuk desa maka ini adalah hal yang baik.

TNI dan Polisi punya atasan masing-masing yaitu Panglima TNI untuk TNI dan Kapolri untuk Polisi, diatas mereka ada Presiden RI yang dalam hal ini dijabat oleh Pak SBY. Jika TNI membantu KPK menangkap anggota Polri yang bermasalah kira-kira bagaimana yaa ? apakah Pak SBY melakukan Intervensi ?

Selamat memperingati HUT untuk TNI.

Tempo dulu ada misi dwi fungsi ABRI/TNI yang menjadi kontroversi di negri ini tapi apakah TNI mau juga mengulangi gerakan yang kontroversial itu ? adanya keinginan KPK untuk memanfaatkan rumah tahanan milik TNI baru-baru ini mendapat tanggapan positif dan negatif terutama dari para politisi, tetapi jika TNI benar-benar bekerja sama dengan KPK untuk menghadapi anggota polisi yang mencoba melawan hukum maka ini adalah suatu hal yang bukan mustahil. TNI selama ini dikenal sering melakukan gerakan TNI masuk desa dimana mereka melakukan kegiatan yang ersifat sementara untuk membantu membangun fasilitas desa dll kegiatan sipil, kalau ikut membantu gerakan anti korupsi sebagai suatu kegiatan masuk desa maka ini adalah hal yang baik.
TNI dan Polisi punya atasan masing-masing yaitu Panglima TNI untuk TNI dan Kapolri untuk Polisi, diatas mereka ada Presiden RI yang dalam hal ini dijabat oleh Pak SBY. Jika TNI membantu KPK menangkap anggota Polri yang bermasalah kira-kira bagaimana yaa ? apakah Pak SBY melakukan Intervensi ?
Selamat memperingati HUT untuk TNI.